Kain Gee’s Bend Yang Di Gunakan Oleh Michelle Obama

Satu pameran baru menimbulkan selimut yang cemerlang, berani, serta dinamis yang dibuat oleh sekumpulan wanita yang tinggal di dusun terisolasi, Afrika-Amerika di Gee’s Bend, Ala. Seperti banyak quilter Amerika, beberapa wanita mengganti keperluan jadi satu karya seni. – tapi pendekatan inovatif serta seringkali minimalis mereka untuk design unik.

“Formasi dari selimut ini kontras dengan cara menegangkan dengan kedisiplinan yang dihubungkan dengan beberapa style pembuat selimut Euro-Amerika. Ada beberapa pendekatan cemerlang serta improvisasi untuk formasi yang seringkali dihubungkan dengan daya cipta serta kemampuan pelukis abstrak era ke-20 terpenting. dibanding dengan pengerjaan tekstil, “kata Alvia Wardlaw, kurator Seni Kekinian serta Kontemporer di Museum Seni Rupa.

Ke-60 selimut dalam pameran, yang dibuat oleh 42 wanita yang meliputi empat generasi, memberi penampilan yang mengagumkan pada karya seniman era ke-20 yang hidup serta kerja dalam kesendirian. Gee’s Bend terdapat di barat daya Alabama di sebidang tanah yang panjangnya lima mil serta lebar delapan mil, satu pulau virtual yang dikelilingi oleh satu kelokan di Sungai Alabama. Tanpa ada service feri semasa beberapa dasawarsa, masyarakat terkurung di pinggir sungai terkecuali mereka tempuh perjalanan satu jam ke bangku county Camden, pas di seberang sungai dari Gee’s Bend.

Michelle Obama Hadir

Smithsonian National Portrait Gallery barusan memajang lukisan Michelle Obama serta Barack Obama. Galeri ini diketahui untuk tempat yang memajang gambar figur yang sempat jadi Presiden serta ibu negara Amerika Serikat. Michelle dilukis oleh Amy Sherald, seorang pelukis Afrika-Amerika yang tinggal di Maryland. Dia diketahui untuk pelukis yang sering menggambar orang kulit hitam.

Sebelumnya museum menghadapkan Amy dengan Michelle untuk bertanya kesediaan digambar oleh Amy. Michelle sepakat. Di lukisan itu, Michelle kenakan gaun panjang karya desainer Michelle Smith. Si desainer mengatakan jika baju berwarna putih serta dialek warna hitam, merah, abu-abu, kuning, merah muda, di inspirasi dari wawasan kesetaraan ras, gender, serta hak asasi manusia

Artikel Terkait : Kemegahan Kain Tenun NTT, Warisan Budaya Indonesia

Waktu lihat baju Michelle, daya ingat Amy tertuju pada Gee’s Bend, komune Afrika-Amerika di Wilcox County, Alabama, yang diketahui melalui kerajinan quilt, alias selimut memiliki bahan baku kapas yang umumnya terbagi dalam tiga susunan kain serta berwarna-warni. Baik gaun Michelle atau quilt punyai satu persamaan: warna yang bermacam.

Cerita Perjalanan Gee’s Bend

Awalannya, Gee’s Bend ialah beberapa kumpulan budak Afrika yang dipunyai oleh Joseph Gee pada akhir tahun 1800-an. Selanjutnya mereka diperjual-belikan ke tuan-tuan lain. Saat waktu perbudakan usai, mereka pilih untuk memproses kebun tua. Beberapa tempat dipakai untuk menanam kapas. Masa bertukar, kesejahteraan ekonomi pada teritori yang terdapat di pinggiran sungai Sungai Alabama ini tidak segera lebih baik.

Di tahun 1930, beberapa wanita di Gee’s Bend mulai membuat quilt di saat luang. Bahan dasarnya adalah pakaian sisa yang digunting serta dijahit sesuai motif yang serta bentuk yang diharapkan sang pembuat. Kecuali untuk berlindung dari cuaca dingin, quilt dibuat benda pengingat buat suami yang sudah wafat. Ketrampilan membuat selimut itu di turunkan ke generasi setelah itu.

Tiap keluarga punyai skema membuat selimut tertentu. Tapi mereka belum punyai inspirasi untuk jual selimut-selimut ke luar wilayah. Untuk mereka, waktu itu adalah waktu susah. Untuk penuhi keperluan fundamen, Gee’s Bend dibantu oleh Palang Merah serta pertolongan pemerintah.

Di panggung seni, pertunjukan teater dengan topik Gee’s Bend sempat dilaksanakan. Film dokumenter yang membas komune ini sempat dibikin. Bulan Maret akan datang, Art Gallery 21 di Wilton Manors Florida akan membuat pameran bertopik “The Quilts of Gee’s Bend: The Fabric of Their Lives “. Perlahan-lahan tetapi tentu karya komune Gee’s Bend terus ditebarkan. Predikat quilt ala Gee’s Bend untuk salah satunya seni kekinian Afrika di Amerika juga makin ditekankan.