Cara Tepat Merawat Kain Tradisional

Kain tradisionil bermotif dan struktur kain yang unik. Karena proses pembikinannya yang lain dari kain pabrikasi, kain tradisionil memerlukan perawatan khusus. Dengan perawatan yang benar dan baik, kain tradisionil peninggalan makin lebih bertahan lama. Ingin ketahui langkah secara lengkap? Ini langkah pas menjaga dan simpan kain tradisionil peninggalan supaya tidak hancur.

Pisahkan kain tradisionil dengan cucian lain

Kain tradisionil umumnya dibikin dengan bahan warna alami. Beberapa macam kain tradisonal umumnya akan luntur saat pencucian pertama dan ke-2 . Oleh karenanya, sebaiknya untuk pisahkan kain tradisionil peninggalan dari cucian lain.

Baca Juga : 5 Tips Menghilangkan Noda Permen Karet

Untuk proses pencucian, kamu tak perlu memakai mesin pencuci. Tipe kain tertentu, seperti songket dan kain tenun mempunyai struktur kain yang rawan. Sebaiknya kamu membersihkan kain tradisionil memakai tangan. Bila perlu, pakai layanan dry cleaning jika tidak ingin ribet.

Kamu dapat tampil kekinian dengan kain tradisionil, lho. Tiru style 5 artis Indonesia tampil anggun kenakan kain tradisionil di sini.

Jemur tanpa langsung terkena cahaya matahari

Sesudah membersihkan, jauhi menjemur kain tradisionil di bawah cahaya matahari langsung. Menjemurnya di bawah panas matahari akan membuat warna kain gampang sirna. Langkah menjemur semacam ini bisa juga memudarkan warna benang emas pada kain songket.

Kamu dapat keringkan kain tradisionil dengan menjemurnya pada tempat teduh. Bila kondisi di luar mendung, simpan kain di atas handuk kering sekalian diangin-angin.

Taruh kain dengan digantung

Langkah terbaik simpan kain tradisionil dengan menggantungnya. Untuk beberapa kain tradisionil yang mempunyai bahan tebal seperti songket, langkah menggantung akan membuat struktur kain lebih tahan lama.

Kalaulah ingin simpan kain di almari, jauhi menyanggaknya dengan baju lain. Kamu dapat menggulung kain tradisionil dan membuntelnya dengan kertas minyak. Dengan ini, warna dan struktur kain tetap tahan lama sepanjang tersimpan.

Menghilangkan bintik dengan shampo bayi dan bahan halus yang lain

Sedapat mungkin, bersihkan kain tradisionil dengan deterjen yang halus. Ini akan menjaga kualitas dan usia kain. Deterjen yang begitu keras dan memiliki kandungan bahan kimia tinggi dapat membuat struktur kain hancur atau tipis. Selain itu, kamu tak perlu memendamnya kelamaan.

Bila kain terserang bintik, yakinkan tidak untuk menyikatnya, ya. Kucek bintik pada kain dengan tangan. Pakai shampo bayi atau deterjen memiliki bahan halus untuk hilangkan bintik.

Tampil fashionable dengan kain tradisionil ala-ala selebgram Indonesia untuk acara 17-an kelak, yok! Click di sini untuk menyaksikan kombinasinya.

Setrika kain dengan susunan kertas atau kain

Kain tradisionil mempunyai bahan yang cukup unik. Kamu bahkan juga tak perlu menyetrika tipe kain tertentu supaya teksturnya tidak hancur. Tetapi, bila kain sedikit kusut, kamu bisa menyetrika dengan trick satu ini.

Saat menyetrika kain tradisionil, lapisi sisi yang akan disetrika dengan kertas atau kain tambahan. Susunan kain atau kertas ini akan menahan panas dari setrika. Ini menghindari kain dari sentuhan langsung logam panas yang dapat menghancurkan struktur kain.

Ketahui tipe bahan dari kain tradisionil.

Untuk kain tradisionil memiliki bahan sutera, membersihkan dengan tehnik dry clean. Sedang tipe kain tradisionil memiliki bahan katun dapat kamu bersihkan sendiri memakai tangan.

Saat sebelum membersihkan, rendam kain sepanjang lima menit dalam larutan sabun lerak atau detergen khusus kain tradisionil. kamu bisa juga manfaatkan sabun bayi untuk memendam kain.

Jauhi pemakaian detergen biasa sebab bisa menghancurkan warna alami kain. Sesudah dipendam, bersihkan kain dengan manual dengan tangan lalu basuh sampai bersih. Supaya serat kain tidak hancur dan belel, tidak boleh memerah kain begitu kuat.