Gaya Busana Khas Afrika Yang Mendunia

Kebudayaan suku-suku pedalaman di beberapa seluruh dunia terus simpan segi kemisteriusan tertentu. Salah satunya yang paling mengambil alih perhatian dunia sudah pasti peradaban dan kebudayaan suku-suku di pedalaman Afrika. Walau untuk beberapa orang, kebudayaan mereka aneh dan kuno, tetapi tidak sedikit kok yang menghargakan dan beri pujian segi unik mereka.

Uganda, Kenya, Ethiopia dan Marocco pernah dengar nama dari salah satunya negara itu? Ya, beberapa negara itu adalah negara yang berada di benua afrika. Kecuali keunikan dari warganya yang berkulit hitam, warga di benua afrika tidak tertinggal masalah mode. Warga di Afrika mencintai baju dengan pola etnik yang bermacam. Ini tentu saja jadi keunikan tertentu yang jadikan mode Afrika berlainan dari mode dari negara yang lain. Ada bermacam pola yang colorful memberi kesan-kesan ‘hidup’ pada performa hingga tidak berkesan menjemukan.

Artikel Terkait : Jenis Permainan Judi Online Paling Menguntungkan Di Indonesia

Tren mode yang populer berawal dari benua afrika adalah Afropolitan. Afropolitan adalah dari kombinasi dua kata African dan cosmopolitan. Model dalam mode ini menyatukan bahan tradisionil dari Afrika dengan style kontemporer Western. Tren mode Afropolitan diketahui selaku symbol kebebasan dan kemerdekaan dari benua afrika, oleh karena itu pola dari Afropolitan juga populer nyleneh dan unik dengan macam corak dan warna yang paling kaya.

Tahukah kalian pola tribal, pola tribal terhitung dalam style Afropolitan. Pola tribal ini identic dengan pola yang bertubrukan, ramai dengan memakai beberapa warna yang berani. Berlainan dengan mode model yang lain yang condong seirama, tidak berlaku pada pola tribal yang memprioritaskan pattern yang tidak teratur. Pola tribal Afrika dikuasai dengan corak skema kulit binatang ciri khas dari Afrika.

Beberapa pendesain perintis Afropolitan adalah Ayya Morison, Duro Olowu, Hazel Aggrey, dan Korlekie yang telah go-international dengan beberapa karyanya

Di sini, kita akan menyaksikan bermacam tipe baju tradisionil yang diketemukan di Afrika Selatan.

Xhosa

Budaya Xhosa mempunyai code kenakan pakaian yang kompleks yang diberitakan oleh posisi sosial seorang, dan tampilkan manik-manik yang cantik dan kain yang diciptakan. Secara tradisionil, baju dan aksesories wanita memperlihatkan bermacam step kehidupan.

Beberapa barang khusus mereka dari baju terhitung rok panjang dan celemek di kain-kain yang diciptakan atau bersulam yang cantik. Kalung manik-manik yang susah yang disebutkan ithumbu dikenai di leher, dan gelang manik-manik dan gelang kaki. Iqhiya atau hijab secara tradisionil dikenai wanita yang telah menikah. Untuk lengkapi ansambel, jubah atau selimut bersulam dikenai di pundak.

Xhosa pria secara tradisionil isi peranan pejuang, pemburu, dan stokman. Dengan begitu, kulit binatang membuat sisi penting dari baju tradisionil mereka. Pada beberapa acara spesial, rok-rok bersulam dikenai dengan kain persegi panjang di atas pundak kiri, atau tunik dan untaian kalung manik-manik.

Zulu

Dalam budaya Zulu, wanita kenakan pakaian yang lain pada bermacam step kehidupan mereka. Seorang wanita muda kenakan rambut pendek dan cuman rok rumput pendek yang dihias manik-manik, sesaat wanita yang bertunangan akan tutupi payudara mereka dan tumbuhkan rambut mereka.

Seorang wanita yang telah menikah tutupi semua badannya untuk memperlihatkan jika ia disampaikan. Ia menggunakan rok kulit sapi tebal yang sudah dilembutkan dengan lemak dan arang hewan. Secara tradisionil, wanita tutupi payudara mereka dengan kain, tapi sekarang ini rompi kapas atau bra manik-manik dikenai bersama-sama dengan kalung manik-manik.

Perhiasan yang paling iconic ialah topi berupa bulat yang disebutkan izicolo, yang dikenai wanita yang telah menikah. Topi-topi ini secara tradisionil dibuat dari rumput dan kapas dan diukur sekitar satu mtr. membuat perlindungan penggunanya dari matahari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*